Praya, Lombok Tengah – Prestasi akademik kembali ditorehkan oleh dosen Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Kesehatan Universitas Qamarul Huda Badaruddin (UNIQHBA). Salah satu dosen, Apt. Syamsul Rahmat, M.Farm, bersama tim peneliti dari Universitas Padjadjaran dan Universitas Nahdlatul Ulama Mataram berhasil mempublikasikan hasil penelitian pada Journal of Applied Pharmaceutical Science, jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus. Penelitian tersebut mengangkat potensi teh rosella (Hibiscus sabdariffa L.) sebagai minuman herbal yang mampu meningkatkan kebugaran kardiorespirasi sekaligus membantu menurunkan tekanan darah pada individu sehat. 

Publikasi internasional ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen dosen UQHB dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu kefarmasian, khususnya pemanfaatan tanaman obat berbasis kearifan lokal Indonesia.

Rosella: Tanaman Herbal dengan Potensi Besar

Rosella (Hibiscus sabdariffa) merupakan tanaman yang telah lama dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan di berbagai negara. Kelopak bunganya memiliki warna merah khas yang berasal dari kandungan antosianin, yaitu kelompok flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Selain antosianin, rosella juga mengandung polifenol, vitamin C, asam organik, serta berbagai senyawa bioaktif lainnya yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. 

Berbagai penelitian sebelumnya telah melaporkan manfaat rosella dalam membantu mengontrol tekanan darah, memperbaiki profil lipid, meningkatkan kapasitas antioksidan tubuh, hingga berpotensi mencegah berbagai penyakit metabolik. Namun, penelitian mengenai pengaruh konsumsi rosella terhadap kebugaran kardiorespirasi (cardiorespiratory fitness) pada individu sehat masih sangat terbatas. Kekosongan inilah yang menjadi dasar dilakukannya penelitian oleh tim peneliti. 

Mengkaji Pengaruh Rosella terhadap Kebugaran dan Tekanan Darah

Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental pre-post study dengan melibatkan 32 orang dewasa sehat yang memiliki tekanan darah normal (normotensi). Seluruh partisipan mengonsumsi teh rosella sebanyak dua kali sehari selama 30 hari.

Untuk mengetahui efek intervensi, peneliti melakukan pengukuran tekanan darah sistolik dan diastolik setiap minggu. Selain itu, kemampuan kardiorespirasi peserta diukur menggunakan YMCA Step Test, salah satu metode yang banyak digunakan untuk memperkirakan nilai VO₂max, yaitu kapasitas maksimal tubuh dalam menggunakan oksigen selama aktivitas fisik. Nilai VO₂max merupakan indikator penting yang menggambarkan tingkat kebugaran jantung dan paru seseorang. Semakin tinggi nilai VO₂max, semakin baik kemampuan tubuh dalam mendistribusikan oksigen selama melakukan aktivitas fisik. 

Hasil Penelitian yang Menjanjikan

Setelah empat minggu intervensi, tim peneliti menemukan beberapa hasil penting.

Pertama, konsumsi teh rosella secara rutin mampu menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolik secara signifikan dibandingkan kondisi sebelum intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa rosella berpotensi membantu menjaga kesehatan sistem kardiovaskular bahkan pada individu yang belum mengalami hipertensi. 

Kedua, penelitian menunjukkan adanya peningkatan status kebugaran kardiorespirasi. Jumlah peserta yang sebelumnya berada pada kategori "Very Poor" berdasarkan nilai VO₂max mengalami penurunan yang cukup besar, sedangkan jumlah peserta dengan kategori "Average" meningkat secara signifikan sejak minggu kedua hingga akhir penelitian. Dengan kata lain, konsumsi teh rosella selama satu bulan memberikan dampak positif terhadap kemampuan tubuh dalam memanfaatkan oksigen ketika melakukan aktivitas fisik. 

Penelitian ini menjadi salah satu laporan pertama yang mendokumentasikan manfaat teh rosella terhadap peningkatan VO₂max pada individu sehat dengan tekanan darah normal. Temuan tersebut memperluas bukti ilmiah mengenai manfaat tanaman herbal Indonesia yang selama ini lebih banyak dikaitkan dengan pengendalian hipertensi dan aktivitas antioksidan.

Mengapa Antioksidan Penting?

Selama melakukan aktivitas fisik, tubuh membutuhkan oksigen dalam jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan saat beristirahat. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS) atau radikal bebas. Apabila jumlah ROS berlebihan dan tidak diimbangi oleh sistem antioksidan tubuh, maka dapat terjadi stres oksidatif yang berpotensi merusak sel, jaringan, serta mempercepat proses penuaan maupun timbulnya berbagai penyakit kronis.

Rosella diketahui kaya akan senyawa antioksidan, terutama antosianin dan polifenol. Senyawa-senyawa tersebut diperkirakan mampu membantu menekan stres oksidatif, menjaga fungsi pembuluh darah, meningkatkan efisiensi metabolisme oksigen, serta mendukung kesehatan sistem kardiovaskular secara keseluruhan. Meskipun mekanisme biologisnya masih memerlukan penelitian lanjutan, hasil penelitian ini memberikan bukti awal bahwa konsumsi rosella dapat memberikan manfaat nyata terhadap kebugaran tubuh. 

Kontribusi bagi Pengembangan Ilmu Kefarmasian

Keberhasilan publikasi ini menunjukkan bahwa penelitian mengenai tanaman obat Indonesia memiliki peluang besar untuk memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu kesehatan berbasis bukti (evidence-based medicine). Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap produk herbal, penelitian seperti ini menjadi sangat penting agar penggunaan tanaman obat didukung oleh data ilmiah yang valid, bukan sekadar berdasarkan pengalaman empiris.

Selain memperkaya literatur ilmiah internasional, hasil penelitian ini juga membuka peluang bagi pengembangan produk minuman fungsional berbasis rosella yang aman, efektif, dan memiliki manfaat kesehatan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Komitmen Universitas dalam Pengembangan Riset

Keikutsertaan dosen Universitas Qamarul Huda Badaruddin dalam publikasi internasional bereputasi merupakan bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, khususnya di bidang penelitian dan publikasi ilmiah. Melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi nasional, dosen UQHB terus menghasilkan penelitian yang tidak hanya memiliki nilai akademik tinggi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Program Studi S1 Farmasi UQHB akan terus mendorong lahirnya inovasi-inovasi penelitian, terutama yang berfokus pada pemanfaatan bahan alam Indonesia sebagai sumber pengembangan obat dan produk kesehatan. Langkah ini sejalan dengan visi program studi untuk menjadi pusat pendidikan farmasi yang unggul, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berkontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui riset yang inovatif.